Rejeki

Rejeki

An Najm. 29. Maka berpalinglah dari orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan tidak mengingini kecuali kehidupan duniawi.

An Najm . 30. Itulah sejauh-jauh pengetahuan mereka. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pulalah yang paling mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.

Rejeki definisinya  adalah sesuatu yang bisa memenuhi kebutuhan bagi manusia baik secara jasmani maupun rohani.

Kebutuhan jasmani  : rejeki berupa harta,  keluarga atau wanita,  tahta.
kebutuhan rohani : rejeki berupa rasa tiada takut kuatir dan duka cita

kebutuhan jasmani biasanya datang dari luar dan sifatnya selalu berubah ubah tergantung situasi dan kondisi, ada kalanya kebutuhan jasmani membuat perasaan manusia bergembira ria dan ada kalanya juga membuat perasaan manusia takut kuatir dan duka cita .

istri kita setiap waktu selalu berubah ubah , terkadang menyenagkan hati dan ada kalanya menyusahkan perasaan kita dan pada hari ini istri kita cantik jelita tapi pada suatu masa istri kita layu tak bersinar lagi.

Harta sifatnya selalu berubah ubah, hari ini mungkin kekayaan kita seribu rupiah , besok menjadi sejuta rupiah dan besok lusa mungkin kita tidak mempunyai apa-apa,

Jabatan sama saja sifatnyapun berubah ubah, hari ini kita kopral mungkin besok letnan dan lusanya mungkin kita menjadi rakyat jelata lagi , ini gambaran suatu rejeki yang diperlukan oleh jasmani.

untuk pemenuhan rejeki yang bersifat jasmani badan kita sifatnya memaksa entah itu rejeki melalui jalan yang sesuai aturan undang-undang atau sebaliknya, badan kita tidak mau tahu yang penting harus terpenuhi. apabila rejeki yang diperlukan oleh jasmani kita tidak terpenuhi maka jasmani kita akan berontak dengan suatu tanda sakit, kelaparan ,kehausan atau stres yang berkepanjangan.

Berbeda sekali dengan kebutuhan rohani, kebutuhan ini datangnya dari dalam biasanya bersifat konstan atau stabil dan kebutuhan rohani bersifat pribadi tanpa seorangpun yang tahu kecuali diri kita sendiri, meskipun kita berbagi dengan orang lain  orang yang kita ajak berbagi tidak akan bisa merasakan seperti yang kita rasakan.

Penulis akan Menginformasikan kebutuhan dasar manusia versi  Abraham Maslow Dalam karyanya “Theory of Human Motivation” pada tahun 1943.

Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kita sering bertanya-tanya mengapa setiap orang memiliki ketertarikan terhadap sesuatu yang berbeda-beda, mengapa ada orang yang memiliki cita-cita sangat tinggi, sedangkan ada juga yang hanya menjadi orang yang biasa-biasa saja. Ada yang sudah puas menjadi ibu rumah tangga, tetapi di sisi lain ada juga yang ingin menjadi presiden. Apa yang membuat mereka termotivasi, dan apa yang membuat mereka tidak termotivasi. Pertanyaan-pertanya semacam itu sudah ada sejak beberapa puluh tahun silam, dan salah satu orang mencoba menjawab pertanyaan tersebut adalah Abraham Maslow. Abraham Maslow sudah pernah mencoba untuk menjawab pertanyaan tersebut dalam karyanya yang dipublikasikan dengan judul, “Theory of Human Motivation” pada tahun 1943.

Pada karyanya tersebut, Abraham Maslow memperkenalkan pemikirannya mengenai motivasi dihubungkan dengan kebutuhan manusia. Ia menjelaskan mengenai hirarki kebutuhan manusia dengan konsep, “Piramid Kebutuhan Maslow”.

1. Kebutuhan fisiologis

Pada dasarnya, manusia harus memenuhi kebutuhan fisiologisnya untuk dapat bertahan hidup. Pada hirarki yang paling bawah ini, manusia harus memenuhi kebutuhan makanan, tidur, minum, seks, dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan fisik badan. Bila kebutuhan dasar ini belum terpenuhi, maka manusia akan mengalami kesulitan untuk berfungsi secara normal. Misalnya, seseorang mengalami kesulitan untuk mendapatkan makanan, sehingga ia menderita kelaparan, maka ia tidak akan mungkin mampu untuk memikirkan kebutuhan akan keamanannya ataupun kebutuhan aktualisasi diri. Logika sederhananya: bagaimana seseorang dapat memikirkan prestasi atau aktualisasi diri, bila dirinya terus menerus dihantui rasa ketakutan akan kelaparan?

2. Kebutuhan Keamanan (safety)
Pada hirarki tingkat kedua, manusia membutuhkan rasa keamanan dalam dirinya. Baik keamanan secara harfiah (keamanan dari perampok, orang jahat, dan lain-lain), maupun keamanan secara finansial ataupun hal lainnya. Dengan memenuhi kebutuhan keamanan tersebut, dapat dipastikan bahwa kebutuhan manusia dapat berlanjut ke tahap berikutnya, yaitu kebutuhan kasih sayang dan sosial.

3. Kebutuhan kasih sayang / sosial (Love/belonging)

Setelah memenuhi 2 kebutuhan yang bersifat individu, kini manusia menapaki kebutuhan untuk diterima secara sosial. Emosi menjadi “pemain” utama dalam hirarki ketiga ini. Perasaan menyenangkan yang dimiliki pada saat kita memiliki sahabat, seseorang untuk berbagi cerita, hubungan dekat dengan keluarga adalah tujuan utama dari memenuhi kebutuhan sosial ini.

4. Kebutuhan Percaya Diri (Esteem)
Semua orang pasti ingin dihormati dan ingin merasa berguna bagi orang lain. Kebutuhan semacam ini tertuang pada hirarki pada tahap keempat dalam piramid Abraham Maslow. Kebutuhan untuk percaya diri ini biasanya muncul setelah ketiga kebutuhan yang lebih mendasar sudah terpenuhi, meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa kebutuhan semacam ini dapat muncul tanpa harus memenuhi ketiga kebutuhan yang lebih mendasar.

5. Kebutuhan aktualisasi diri (self-actualization)
Umumnya, kebutuhan ini akan muncul bila seseorang merasa seluruh kebutuhan mendasarnya sudah terpenuhi. Pada hirarki ini, biasanya seseorang akan berhadapan dengan ambisi untuk menjadi seseorang memiliki kemampuan lebih. Seperti mengaktualisasikan diri untuk menjadi seorang ahli dalam bidang ilmu tertentu, atau hasrat untuk mengetahui serta memenuhi ketertarikannya akan suatu hal.

pengamatan penulis

Kebutuhan I sampai 3 adalah kebutuhan dasar mahluq hidup seluruh jagad raya  entah itu gunung , tumbuhan, hewan, atau mungkin amuba yang menurut penelitian pada saat ini adalah mahluq hidup yang terkecil di planet ini.

Apabila kebututuhan 1 sampai 3 kita capai dengan menghalalkan segala macam cara maka pada fase 4 dan 5 kita semakin  tersesat,  didalam diri kita tidak akan pernah mempunyai perasaan bahagia yang ada Cuma rasa takut kuatir dan duka cita.

Kebutuhan 4 dan 5 adalah kebutuhan yang membedakan manusia dengan  dengan mahluq hidup yang lain, pada fase ke 4dan 5 kia sebagai mahluq yang bernama manusia harus berhati hati sebab kalau salah melangkah kita bukan lagi mahluq hidup yang bernama manusia tapi lebih jelek lagi yaitu hewan yang mempunyai pikiran

Abraham Maslow benar dan saya sangat setuju sekali dengan penelitiannya tapi dalam pemikirannya beliau lupa,  bahwa kita hidup tidak hanya di dunia saja (terlepas dari dia beragama apa saja), beliau tidak akan berani mengatakan bahwa tidak ada kehidupan sesudah mati.

Apabila seratus persen mengikuti pemikiran beliau , kita akan tersesat. sebab  Panca indra dan pemikiran manusia bersifat dugaan, apa yang kita pandang disekeliling kita adalah menipu,

dunia beserta isinya itu luas, frekwensi yang adapada duniainitakterhitung tetapi yang bisa diterima telinga  manusia hanya pada wilayah frekwensi diantara  20 hz sampai 20khz dan di bawah serta diatas itu telinga kita tidak bisa menerima.

Matapun demikian mata kita hanya mampu menangkap gelombang elektromagneti antara

Cahaya atau sinar tampak

Dalam rentang spektrum gelombang elektromagnetik, cahaya atau sinar tampak hanya menempati pita sempit di atas sinar inframerah. Spektrum frekuensi sinar tampak berisi frekuensi dimana mata manusia peka terhadapnya. Frekuensi sinar tampak membentang antara 40.000 dan 80.000 GHz (10 pangkat 13) atau bersesuaian dengan panjang gelombang antara 380 dan 780 nm (10 pangkat -9). Cahaya yang kita rasakan sehari-hari berada dalam rentang frekuensi ini. cahaya juga dihasilkan melalui proses dalam skala atom dan molekul berupa pengaturan internal dalam konfigurasi elektron. Dibawah dan diatas itu mata kita tidak mampu lagi

Apakah bentuk sekuntum bunga yang kita lihat bentuknya seperti itu adalah betul betul seperti itu ternyata setelah di perbesar sampai 100.000 pembesaran bentuknya hanya neuron dan proton .

apabila kita mengadakan suatu penelitian seharusnya di mulai awal sampai finish  agar memperoleh kesimpulan yang falid akan tetapi apabila kita mengadakan suatu penelitian dengan syaratsahnya suatupenelitian yang kurang lengkap maka kesimpiulan dari penelitian kita kurang bisa di pertanggung jawabkan

Tanggapan penulis tentang penelitian Abraham Maslow

Penelitian yang diteliti Abraham Maslow adalah penelitian hidup manusia saat hidup di dunia sedangkan kehidupan ini bukan hanya di dunia saja akan tetapi ada kehidupan lain setelah kita mati.

Pada ajaran agama apapun di terangkan sebelum kita hidup di dunia manusia hidup di dalam alam kandungan setelah itu  di dunia dan setelah jasad kita musnah atau tidak berfungsi lagi ada kehidupan  lain yaitu kehidupan sesudah mati dan disana berlaku hukum resonansi. Apabila manusia berbuat kebaikan sebesar biji zarah didunia  akan dibalas setimpal pada kehidupan mendatang,  begitu pula sebaliknya .

Menurut penulis penelitian Abraham Maslow kurang lengkap pada premisnya, dan menurut ilmu logika kalau premisnya kurang falid maka tidak akan mencapai kesimpulan yang falid

Apabila saat pemenuhan kebutuhan fisiologis fase 1 di capai dengan cara cara yang tidak sesuai dengan undang-undang maka kita tidak akan pernah sampai kepada fase 2 yaitu  keamanan sebab rasa aman bukan dari luar tapi datangnya dari dalam , ancaman yang datangnya dari luar biasanya bersifat insidental dan manusia biasanya mampu menanggulanginya dengan berbagai macam cara.

Manusia semakin mencapai tingkatan puncak tertinggi .akan menimbulkan  rasa tidak aman semakin besar, semakin di puncak semakin manusia takut jatuh . sebab sudah melekat pada diri manusia yaitu mahluk pencari kenikmatan ( hedonisme)

Maaf penulis tidak Mendebat atau berseberangan dengan pemikiran Abraham Maslow , penulis hanya perlu menambahkan dalam mencukupi kebutuhan dasar jasmani itu harus disertai (ada sesuatu yang mengawasi yaitu GOD atau Allah, dan GOD atau Allah akan membalas setimpal dengan yang kita lakukan kelak dikehidupan mendatang )

Apabila Didalam diri manusia terdapat rasa, (ada sesuatu yang mengawasi yaitu GOD atau Allah, dan GOD atau Allah akan membalas setimpal dengan yang kita lakukan kelak dikehidupan mendatang ) maka penulis jamin  kebutuhan 1-5 versi Abraham Maslow akan mengantarkan  ketentraman didalam hati seorang anak manusia sebab disamping kebutuhan fisiologisnya terpenuhi ruh nya pun terpuaskan ,

Kesimpulan  :

Apabila manusia mengikuti seratus persen penelitian Abraham  Maslow Maka Berada diwilayah

Al Munaafiquun .9 .Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi

Faathir. 6. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh, karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala

Al Mujaadilah 19, Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi.

Fushshilat 25. Dan Kami tetapkan bagi mereka teman-teman yang menjadikan mereka memandang bagus apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka dan tetaplah atas mereka keputusan azab pada umat-umat yang terdahulu sebelum mereka dari jin dan manusia, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi.

Al Kahfi. 103 . Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”

Al Kahfi. 104. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

Apabila manusia mengikuti seratus persen pola piker Abraham Maslow maka Manusia ini akan berperang melawan dirinya sendiri juga dengan sesama mahlug hidup di jagad raya demi tercapai aktualisasi diri  tetapi apabila penelitian Abraham Maslow ditambah dengan  (ada sesuatu yang mengawasi yaitu GOD atau Allah, dan GOD atau Allah akan membalas setimpal dengan yang kita lakukan kelak dikehidupan mendatang ) maka manusia ini berdiri diwilayah

Al Anfaal. 2. Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka, dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.

Al Anfaal. 3. orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.

Al Anfaal. 4. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki yang mulia

Manusia seperti ini bukan  menghitung berapa besar atau kesuksesan  hasilnya prestasi ( rejeki ) akan tetapi meneliti maslah benar atau salah tehnik  dalam mencapai hasil prestasi ( rejeki ).

Perihal edywitanto
wira wiri mlaku bareng angin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: