Aryo Menak

Aryo Menak

Aryo Menak adalah seorang pemuda kampung yang sangat gemar mengembara ke tengah hutan. Pada suatu bulan purnama, ketika dia beristirahat di bawah pohon di dekat sebuah danau, dilihatnya cahaya sangat terang berpancar di pinggir danau itu.

Merasa penasaran, Aryo Menak perlahan-lahan mendekati sumber cahaya tadi. Alangkah terkejutnya, ketika dilihatnya tujuh orang bidadari sedang mandi dan bersenda gurau di sana. Ia sangat terpesona oleh kecantikan mereka. Timbul keinginannya untuk memiliki seorang di antara mereka. Ia pun mengendap-endap, kemudian dengan secepatnya diambil sebuah selendang dari bidadari-bidadari itu. Tak lama kemudian, para bidadari itu selesai mandi dan bergegas mengambil pakaiannya masing-masing.

Aryo Menak kemudian mendekatinya. Ia berpura-pura tidak tahu apa yang terjadi. Bidadari itu rupanya percaya dengan omongan Aryo Menak. Ia pun tidak menolak ketika Aryo Menak menawarkan padanya untuk tinggal di rumahnya. Selanjutnya Aryo Menak melamarnya. Beberapa pemuda kampung yang iri hati pada Aryo Menak, dengan berbagai cara mereka lakukan untuk menjauhkan Aryo Menak dari istrinya.

Dengan kekuatan gaibnya pula, istrinya itu dapat memasak sepanci nasi hanya dari sebutir beras. Syaratnya adalah Aryo Menak tidak boleh menyaksikannya. Pada suatu hari, Aryo Menak menjadi penasaran. Ketika isterinya tidak ada di rumah, ia mengendap ke dapur dan membuka panci tempat isterinya memasak nasi. Tindakan ini membuat kekuatan gaib isterinya sirna. Pada suatu hari, dasar lumbungnya sudah kelihatan.

Alangkah terkejutnya bidadari itu ketika dilihatnya tersembul selendangnya yang hilang. Begitu melihat selendang tersebut, timbul keinginannya untuk pulang ke surga. Semenjak kepergian sang bidadari, Aryo Menak menjadi sangat sedih. Karena keingintahuannya, bidadari meninggalkannya. Sejak saat itu ia dan anak keturunannya berpantang untuk memakan nasi.

Perihal edywitanto
wira wiri mlaku bareng angin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: