Pohon Seribu Buah

Pohon Seribu Buah

Walaupun hidup serba kekurangan, Intan tetap optimis memandang masa depannya dengan tekun belajar. Karena ia ingin membahagiakan dan membalas jasa kedua orangtuanya, Aisah dan Asrul.

Berbeda dengan adiknya, Delima, yang pemalas, nakal dan sering bolos sekolah. Padahal Intan sering mengingatkannya, tapi Delima tak peduli. Meski demikian, Intan tetap sayang pada Delima.

Delima sudah lama ingin bergabung dengan kelompoknya Peggy, Lusi dan Ririn. Ketiganya adalah teman sekolah Intan yang merupakan anak orang kaya. Peggy sangat iri pada Intan yang selalu mendapat pujian dari guru-guru di sekolah karena prestasinya. Di waktu senggang, Intan senang membuat rumah-rumahan mungil dari kertas karton dan kertas warna,  yang kemudian dititipkan di warung Pak Somad untuk dijual. Walaupun sederhana, tapi menarik.

Peggy yang kesal lalu memborong rumah-rumahan mungil dari warung Pak Somad, hanya untuk menghancurkannya di depan Intan. Tapi Intan menghadapinya dengan sabar. Makanya, Peggy sering menjahili Delima sebagai pelampiasan kebenciannya pada Intan.

Seringkali Intan memperingatkan Delima untuk menjauhi Peggy Cs, karena ia kasihan pada adiknya yang selalu menjadi bahan ejekan. Delima tak peduli dan tetap bersikeras untuk bergabung dengan alasan agar kecipratan nasib seperti mereka. Intan tentu saja membantahnya, karena ia merasa bertanggung jawab menjaga adiknya.

Suatu hari musibah menimpa keluarga Intan. Ayahnya dipecat dari tempatnya bekerja, tanpa pesangon. Berarti tinggal Aisyah yang kini berperan sebagai tulang punggung keluarga. Penghasilan Aisah dari berjualan aneka krupuk kering di pasar, tak seberapa. Intan prihatin sekali. Tapi Asrul tak berputus asa. Asrul tetap terlihat ceria seperti biasanya. Baik di hadapan istri dan kedua putrinya. Asrul tetap berusaha menemukan lahan pekerjaan baru yang layak dan halal. Sifat Asrul yang selalu optimis inilah yang ditauladani Intan. Tapi tidak oleh Delima. Delima malah mengeluh, bahkan menuding ayah mereka tak berguna sama sekali. Intan tentu saja marah pada Delima.

Satu ketika, sepulang sekolah, Peggy Cs bertemu dengan seorang laki-laki tua renta yang tersesat. Kedua matanya buta dan pakaiannya lusuh. Ia terlihat menjijikan. Aki, ia meminta Peggy Cs mengantarkan ke desa Kencana. Peggy Cs merasa jijik dan sebal pada Aki. Mereka pun tegas-tegas menolak. Malah kemudian Peggy Cs menghina Aki.

Sepeninggal Peggy Cs, Intan datang bersama Delima. Aki minta tolong Intan untuk  mengantarkannya ke desa Kencana. Intan kasihan sekali. Delima langsung kabur, tak mau ikut campur. Intan semakin sadar ketika tahu Aki buta dan kondisinya lemah. Intan membawanya ke rumah. Hal itu membuat Delima kesal.

Asrul sempat kaget melihat Intan pulang bersama Aki. Apalagi ia bau dan menjijikan. Tapi kemudian Asrul mengerti. Intan menanyakan Desa Kencana pada ayahnya, tapi ayahnya tak pernah mendengar desa itu. Intan dimaki-maki Delima di depan Peggy Cs karena pria tua itu. Oleh Peggy, Delima pun dibuat semakin benci pada kakaknya.

Intan mengantarkan Aki mencari desa Kencana. Dalam perjalanannya, Intan bertemu dengan Peggy Cs yang mengejeknya. Intan tak peduli. Aki menyesalkan kelakuan Peggy Cs dan memuji kemuliaan hati Intan. Tapi saat melewati hutan, Aki tiba-tiba menyuruh Intan pulang. Intan tidak mau karena desa Kencana belum ditemukan. Apalagi Aki buta dan kondisi fisiknya lemah. Aki khawatir dengan keselamatan Intan nanti. Sebelum berpisah, Aki memberikan sebuah biji menyerupai biji salak. Ia meminta Intan menanam biji itu di tanah dan segera menyiramnya dengan air hangat. Intan tak mengerti maksudnya, tapi ia tetap menerimanya. Tiba-tiba saja Aki menghilang tanpa jejak. Intan pun pulang dan menuruti saran Aki.

Keesokan harinya Intan terkejut karena biji yang ditanamnya kemarin kini telah menjelma menjadi pohon yang besar, tinggi dan berdaun rindang. Bukan hanya itu, tiap cabang rantingnya bergelantungan aneka jenis buah-buahan segar dan sudah masak. Ada buah jambu klutuk, jambu air, mangga, pisang, pepaya, manggis, duren, nangka, apel, jeruk, belimbing, rambutan dan lain sebagainya. Intan tercengan melihat jumlahnya yang banyak.

Asrul, Aisah dan Delima pun takjub. Intan menceritakan asal mula pohon ajaib itu. Aisah berpikir tentang Aki. Pohon buah ajaib itu adalah manfaat dari kebaikan hati Intan. Intan lalu mengusulkan agar Asrul memetik buah-buah itu untuk dijual di pasar. Asrul terharu dan bahagia. Ia bangga pada Intan. Delima kesal karena kedua orang tuanya memuji kakaknya.

Delima kemudian menceritakan pohon ajaib berbuah aneka ragam itu pada Peggy Cs. Mereka  iri dan merasa tersaingi Lalu mereka menyimpulkan bahwa jika kita menolong orang tersesat pasti akan mendapatkan hadiah berupa biji dari pohon ajaib. Peggy Cs pun mulai rajin dan jeli memperhatikan tiap orang di desa, yang dikiranya tersesat. Delima yang mau ikutan, dilarang oleh Peggy. Delima kesal.

Buah-buahan itu menjadi mata pencaharian Asrul. Pohon ajaib itu juga menjadi pusat perhatian warga. Mereka tergiur melihat buah-buahnya. Intan pun tak keberatan mereka mengambilnya. Segenap warga pun berebutan. Namun Asrul dan Aisah gelisah melihat ulah warga itu. Buahnya pun habis. Asrul sedih sekali karena tidak bisa berjualan lagi. Intan meminta ayahnya bersabar. Bagaimana nasib Peggy Cs dalam menemukan pohon buah ajaib? Dan bagaimana dengan pohon ajaib itu setelah buahnya habis?

 

http://www.mnctv.com/

Perihal edywitanto
wira wiri mlaku bareng angin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: