Puisi Duka Andalusia

Puisi Duka Andalusia

Segala yang beranjak sempurna kan berkurang pada akhirnya
Maka jangan manusia terperdaya oleh indahnya perhiasan dunia
Kau saksikan segalanya bagai roda yang berputar
Bahagia suatu kala dan sengsara selepas itu semua

Sungguh dunia tak ‘kan sisakan suatu apa pun
Tiada kekal di dalamnya satu urusan pun

Mana raja-raja bermahkota dari Yaman?
Mana yang dahulu bermahkota menyilaukan?
Mana pula istana yang dibangun kaum Iram?
Mana benteng Persia yang dibangun siang dan malam?

Ketentuan yang tak tertolak telah menimpa semua itu
Hingga segalanya bagai tak pernah ada

Oh Andalus.. Derita itu kini menimpamu
Gunung Uhud pun roboh dan gunung Sahlan hancur mendengar kisahmu
Islam kini menangis hingga tak sadarkan diri
Bagai tangis kekasih yang ditinggal mati

Seketika Islam diusir dari rumah-rumah itu
Diganti kekufuran yang penuhi setiap ruang
Ketika masjid dahulu kini jadi gereja
Tiada lain di dalamnya kecuali salib dan lonceng-lonceng

Mihrab-mihrab itu menangis tersedu padahal ia adalah batu
Mimbar-mimbar itu bersenandung puisi duka padahal ia adalah kayu

Sungguh pahit semua ini meluluhkan segala hati
Seandainya Islam dan Iman masih bersemayam dalam nurani

Abul Baqo’ ar-Rundy -601 H-

Perihal edywitanto
wira wiri mlaku bareng angin

One Response to Puisi Duka Andalusia

  1. Anonim mengatakan:

    “Suatu saat kita pasti akan rebut kembali andalusia bahkan kita taklukan Konstantinopel dan Roma..”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: