Penyatuan

Penyatuan

 Manusia hidup didunia mempunyai status, tujuan dan arah yang berbeda-beda, ada orang yang hidupnya kaya akan tetapi ada pula yang miskin, ada pejabat ada pegawai, ada pekerja ada bos dll.Begitupun juga mengenai keinginan, sejak kecil keinginan manusia tidak ada yang sama.. sebagian orang ada yang mempunyai keinginan  menjadi artis, pejabat, pengusaha, ulama, sebagian yang lain menginginkan menjadi diri sendiri.

pada hakikatnya  akhir dari semua keinginan, tujuan dan status manusia adalah sama yaitu mencari bahagia.

Berbicara kebahagiaan tidak ada yang sama, sebagian orang  mengatakan kebahagiaan apabila keinginan atau cita citanya tercapai entah itu dengan cara yang benar atau dengan menggunakan tipu daya yang penting segala tujuan dan keinginannya terpenuhi tanpa melihat akibat serta dampak dari tindakan tindakannya, yang ada dalam benaknya….. dirinya menjadi kaya raya, konglomerat,  pejabat, artis, seniman, agamawan, olahragawan, ilmuwan dll.

definisi kebahagiaan tidak ada yang sama, semua tergantung pada pendidikan, pandangan hidup, serta keyakinan masing-masing.

Definisi kebahagiaan fersi penulispun tidak sama dengan yang lain, menurut penulis manusia boleh jadi apa saja, mungkin manusia mempunyai status kaya raya, konglomerat,  pejabat, artis, seniman, agamawan, olahragawan, ilmuwan atau mungkin manusia mempunyai status biasa saja seperti pegawai, pemulung, petani, kuli panggul atau apapun namanya tidak ada masalah yang terpenting adalah penyatuan dan keseimbangan dan buah atau bias dari  penyatuan dan keseimbangan  adalah sesuatu yang baru dan sesuatu yang baru itu diterima oleh semua pihak ( mahluq yang bisa dilihat, di dengar atau dirasa oleh panca indra atau yang tidak bisa dilihat, didengar dan di rasa oleh panca indra ) tepatnya diterima oleh yang mencipta dan yang di cipta.

Penyatuan diri terbagi menjadi dua fersi

Satu  : penyatuan tubuh  (jasad kasar ) yaitu badan manusia yang diciptakan oleh yang maha kuasa yang datangnya ( asal ) dari bumi.
Dua   : penyatuan ruh yaitu suatu dzat yang datangnya ( asal ) langsung dari Allah.

Dalam penyatuan tubuh dan ruh tidak bisa dilakukan dengan cara yang sembarangan akan tetapi tehnik penyatuan ke dua unsur tesebut harus dilakukan dengan cara yang berimbang sesuai dengan pernyataan Allah Pada kitab suci Alquran yaitu:

Al Hijr. 26. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.

Al Hijr. 29. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud

Al Mulk .1-4 . Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?, Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah

penulis akan membahas  lebih detail mengenai penyatuan  dua unsur ini

1.Penyatuan badan.

Meneliti dari awal penciptaan bahwa segala sesuatu mahluq Allah pada jaga raya ini pada permulaannya  adalah satu kemudian terbagi menjadi dua.

Al Jaatsiyah. 22. Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan.

 Al Anbiyaa’. 30. Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?

An nissa . 1. Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu

Penulis tidak membahas tentang penyatuan langit dan bumi akan tetapi penulis khusus membahas tentang penyatuan hamba Allah yang bernama manusia.

pada awalnya tubuh manusia adalah satu kemudian di pisahkan sebagian oleh allah menjadi dua yatu laki-laki dan wanita ( Adam dan Hawa ). Dan Sudah menjadi hukum alam tiap bagian badan yang terpisah akan cenderung menuju kearah bagian yang terpisah lainnya, kedua badan tersebut mempunyai medan magnit yang berfungsi sebagai  daya tarik diantara satu dengan yang lainnya agar yang dahulunya satu selanjutnya menjadi utuh kembali,

berbicara mengenai penyatuan badan  sesungguhnya penyatuan badan ini tidak memerlukan perjuangan yang sangat berat atau suatu ilmu pengetahuan yang rumit bahkan seluruh mahluq hidup dijagad raya  pasti mengetahui cara penyatuan badan, entah itu melalui suatu pelajaran atau tanpa pelajaran.

Kesimpulan : Penyatuan badan adalah kebutuhan mutlak yang harus di penuhi sifatnya bawa’an atau insting,

Penyatuan badan mahluq hidup diseluruh jagad raya itu sama yaitu akan menghasilkan mahluq hidup  baru tetapi ada perbedaan mendasar antara mahluq hidup sejagad raya ini dengan dua mahluq hidup yang bernama jin dan manusia , penyatuan badan bagi mahluq hidup yang bernama jin dan manusia ada suatu aturan yang telah ditetapkan oleh yang maha kuasa sebab dua mahluq hidup ini selain di beri pendengaran dan penglihataa juga diberi hati yaitu rasa yang mampu  membedakan benar atau salah, rasa yang mampu membedakan berjalan sesuai aturan yang di buat oleh yang maha kuasa  atau melanggar aturan yang di buat oleh yang maha kuasa selain dua mahluq hidup ini penyatuan tubuh tidak ada aturannya sebab selain dua mahluq hidup ini yang maha kuasa tidak memberikan hati ( rasa yang bisa membedakan benar dan salah )

Pada kesempatan ini Penulis tidak membicarakan penyatuan badan mahluq hidup sejagad raya maupun penyatuan badan mahluq yang bernama jin akan tetapi penulis khusus membicarakan penyatuan badan mahluq hidup yang benama manusia.

Secara badan manusia dibagi menjadi dua yaitu laki-laki dan wanita

Seorang laki-laki tidak akan sempurna hidupnya sebelum bertemu pasangannya yaitu wanita begitupun sebaliknya.

Apabila dua badan ini bersatu dalam wadah suatu perkawinan maka tidak ada beban berat yang tidak mampu di tanggung, tidak ada jalan mendaki yang tidak mampu di lalui, tidak ada dalamnya laut yang tidak bisa di raih, tidak ada rasa ketakutan atau intimidasi yang bisa menghantui, perjalanan hidup yang jauh, berat dan sukar  akan dilampuinya dengan mudah.sebab penyatuan dua badan ini energinya mengalahkan kekuatan energi jagad raya.

Sumber kebahagiaan badaniah yaitu saat dua insan laki-laki dan wanita bersatu dalam suatu wadah perkawinan yang diatur oleh undang undang yang dicipta dan yang mencipta.

Apabila Penyatuan Dua insan di lakukan dengan atas dasar aturan yang di buat oleh yang dicipta dan yang mencipta. maka kata-kata tidak mampu mengungkapkan bagaimana nikmat dan bahagianya ?,  seniman yang hati dan kata-katanya  halus lembut tidak akan mampu menguraikannya, sebab penyatuan badan di dalam suatu perkawinan melebihi kata-kata, penyatuan dua badan didalam suatu perkawinan tidak akan mampu diuraikan dengan rumus-rumus oleh  ahli fisika sebab energi dan gerak penyatuan dua badan ini melampui energi gerakan jagad raya, penyatuan dua badan didalam suatu perkawinan tidak mampu dituangkan menjadi disiplin ilmu yang statis oleh para ilmuwan dalam penelitian dan penyelidikan sebab  didalam penyatuan dua badan didalam suatu perkawinan ilmunya melampui ilmu pengetahuan dunia dan seisinya.

Penyatuan dua badan yang dilakukan dengan cara yang seimbang akan diterima dan memperoleh dukungan dari masyarakat,  dunia dan seisinya entah itu mahluq hidup yang bisa si lihat, didengar, dirasa atau yang tidak bisa dilihat, di dengar, dirasa oleh panca indra manusia dan yang tak kalah pentingnya penyatuan dua badan itu memperoleh dukungan penuh dari tuhan yang maha Esa sebab penyatuan dua badan ini mengikuti aturan yang telah di tetapkan dan penyatuan itu berimbang dengan aturan yang dicipta dan yang mencipta.

Penyatuan dua badan dalam suatu Perkawinan gaungnya mampu mengalahkan gaungnya bom atom yang di jatuhkan pada kota Hiroshima dan Nagasaki, gaungnya mampu mengalahkan hebatnya gaung gunung krakatau saat mengeluarkan beban beratnya, gaungnya mampu mengalahkan gelegak panasnya sinar matahari, gaungnya mampu mengalahkan gaung meteor yang menghantam bumi, gaungnya mampu menghentikan arus angin  yang tidak pernah berhenti selama dunia ini diciptakan,  gaungnya  Penyatuan dua badan dalam suatu Perkawinan bahkan mampu menggetarkan arz  tempat Allah bersemayam disana.

Dengan adanya  penyatuan dua badan yang terpisah yang dilakukan dengan cara yang seimbang maka perpaduan dua badan itu menghasilkan sesuatu yang yang baru dan sesuatu yang baru itu tidak merusak keseimbangan atau tidak menimbulkan sesuatu yang tidak pasti. apabila penyatuan badan yang terpisah itu seimbang dengan peraturan yang dicipta atau yang mencipta maka dampak positifnya akan menyebar kesegala arah dan penyatuan dua badan itu akan dicatat oleh sejarah baik itu catatan tertulis maupun catatan yang tidak tertulis , sepenggal kehidupan itu akan tercatat dengan tinta kebaikan.

Sebaliknya apabila manusia dalam Penyatuan badan diluar suatu perkawinan maka setelah melakukan kenikmatan yang tidak bisa di uraikan dengan kata-kata maka badan dan jiwanya akan bertarung serta dampaknya akan menghancurkan tatanan jagad raya , apabila dalam penyatuan jasad yang terpisah menghasilkan mahluq baru maka mahluq baru itu akan kehilangan identitas, mahluq baru itu akan menghilangkan keseimbangan serta menimbulkan ketidak pastian, apabila ada manusia lain bertanya tentang Bapaknya ? sang ibu tidak akan mampu menjawab dan apabila sang ibu mampu menjawab dengan adanya tehnologi yang canggih yaitu mikrobiologi ( DNA ) kemana dia mencari alamat bapaknya ? apabila sang ibu tahu alamat bapaknya, mana bukti surat perkawinannya ? sebab sang anak adalah pewaris harta orang tua entah itu berupa harta piutang atau berupa harta hutang

sebab penyatuan raga yang terpisah itu tidak seimbang dengan peraturan yang dicipta atau yang mencipta , apabila penyatuan raga yang terpisah itu tidak seimbang dengan peraturan yang dicipta atau yang mencipta maka dampak negatifnya akan menyebar kesegala arah dan penyatuan dua badan itu akan dicatat oleh sejarah baik itu catatan tertulis maupun catatan yang tidak tertulis , sepenggal kehidupan itu akan tercatat dengan tinta keburukan.

Penyatuan ruh.

Penyatuan ruh adalah penyatuan ruh manusia dengan sesuatu yang dicintai atau didambahkan

Penyatuan ruh adalah bersifat pribadi bahkan  sangat pribadi, begitu pribadinya sampai sampai anak istri maupun segala sesuatu yang berdekatan tidak mengetahui sama sekali

Penyatuan ruh hampir sama dengan penyatuan badan perbedaanya adalah apabila penyatuan badan besifat kolektif tanpa sesuatu perjuangan yang dasyat bahkan mungkin semua mahluq hidup dijagad raya ini mampu melakukan akan tetapi penyatuan ruh bersifat pribadi serta memerlukan perjuangan yang extra berat dan penuh pengorbanan dan dampak dari hasil penyatuan ruh adalah sama yaitu menghasilkan sesuatu yang baru.

Apabila manusia laki-laki dan wanita menyatu akan melahirkan tubuh baru yaitu seorang bayi dan apabila manusia mampu  menyatukan diri ( ruh ) dengan sesuatu yang diinginkan maka akan menimbulkan sesuatu yang baru pula dan sesuatu yang baru itu biasanya tidak bersifat biasa saja akan tetapi sesuatu yang baru itu bersifat sangat dasyat,  penyatuan ruh mampu melibas budaya yang telah ada menjadi budaya yang baru

contoh apabila manusia mampu menyatukan diri dengan dunia sastra  maka akan menimbulkan karya-karya  yang hebat dan menjadi rujukan orang-orang yang terlahir kemudian dalam mempelajari karya-karya sastra, Apabila manusia mampu menyatukan dirinya dengan dunia usaha maka akan menimbulkan produksi yang mampu menjadi rujukan orang-orang yang terlahir kemudian dalam memproduksi suatu barang / jasa dan masih banyak contoh-contoh lain yang dimiliki orang-orang besar dalam bidangnya masing-masing yang telah menjadi bahan rujukan bagi orang-orang yang terlahir di kemudian hari.

Akan tetapi mengapa dalam sejuta manusia yang mampu menghasilkan sesuatu yang baru itu dapat dihitung dengan jari…? Sebab penyatuan ruh dengan sesuatu yang di inginkankan atau disukai itu sangatlah sulit dan memerlukan perjuangan keras serta memerlukan  pengorbanan yang besar.

Sebelum berbicara panjang lebar mengenai sikap dan tindakan kearah penyatuan ruh terlebih dahulu penulis membahas masalah perbudakan jasad atau perbudakan tubuh manusia kepada dirinya sendiri.

Manusia mencari nafkah siang malam biasanya hanya untuk memuaskan kepentingan organ organ tubuh dan bukanlah untuk meredam serta keluar dari perbudakan organ-organ tubuh.

Manusia bekerja siang malam biasanya hanya untuk memenuhi kebutuhan perut apabila kebutuhan perut sudah terpenuhi maka manusia akan mencari nafkah guna memenuhi permintaan badan, Apabila kebutuhan badan sudah terpenuhi maka manusia akan mencari nafkah guna memenuhi permintaan pendengaran apabila mampu memenuhi permintaan pendengaran maka manusia mencari nafkah guna memenuhi permintaan penglihatan, apabila mampu memenuhi permintaan penglihatan maka manusia mencari nafkah guna memenuhi permintaan tangan dan kaki, apabila manusia mampu memenuhi permintaan tangan dan kaki maka manusia mencari nafkah guna memenuhi permintaan alat kelamin, apabila manusia mampu memenuhi kebutuhan alat kelamin maka manusia mencari nafkah guna memenuhi permintaan hati dan inilah bagian-bagian dari tubuh manusia yang menjadi tuan atau raja dari manusia itu sendiri .

manusia akan selalu melayani dan menjadi budak dari jasad kasarnya sendiri meskipun penghambaan itu dilakukan dengan suka rela maupun dengan terpaksa. disadari maupun tidak disadari .

apabila manusia telah  mampu mengendalikan dan melepaskan diri dari perbudakan organ-organ tubuh maka manusia itu akan mencari separuh bagian dari tubuhnya yang hilang yaitu asal muasalnya  atau separuh  dari ruh ( penyatuan ruh atau menyatukan dirinya dengan sesuatu yang di dambahkan ).

  1.  Perjalanan kearah kebahagiaan yang berkaitan dengan penyatuan ruh banyak sekali tantangannya yaitu harus mampu menaklukan atau melepaskan diri dari kungkungan hawa nafsu yang ada pada diri manusia itu sendiri , selama manusia itu belum mampu mengalahkan dirinya sendiri jangan harap mampu mencapai suatu kebahagiaan yang hakiki sebab di dalam diri manusia banyak yang harus di puaskan
  2. Perjalanan kearah kebahagiaan yang berkaitan dengan penyatuan ruh harus menyadari dengan sebenar benarnya tentang penciptaan diri
  3. Perjalanan kearah kebahagiaan yang berkaitan dengan penyatuan ruh ridak bersifat indrawi akan tetapi bersifat nisbi
  4. Dampak  dari penyatuan ruh adalah bersifat pribadi atau karakter

Dalam penyatuan ruh manusia diharapkan lebih hati hati serta selalu minta petunjuk kepada yang maha hidup sebab gaungnya persatuan ruh itu sangat dasyat , gaungnya penyatuan ruh mampu mengalahkan gaungnya bom atom yang di jatuhkan pada kota Hiroshima dan Nagasaki, gaungnya mampu mengalahkan hebatnya gaung gunung krakatau saat mengeluarkan beban beratnya, gaungnya mampu mengalahkan gelegak panasnya sinar matahari, gaungnya mampu mengalahkan gaung meteor yang menghantam bumi, gaungnya mampu menghentikan arus angin  yang tidak pernah berhenti selama dunia ini diciptakan,  gaungnya Penyatuan ruh bahkan mampu menggetarkan arz  tempat Allah bersemayam disana.

penyatuan ruh setiap manusia berbeda-beda sebab penyatuan ruh lahannya ada pada keinginan dan Keinginan manusiapun terbagi menjadi dua  keinginan yang memperoleh hidayah dari Allah  ( seimbang ) atau keinginan yang menuruti hawa nafsu ( tidak seimbang )

Asy syaams  7 – 10

dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

Penulis ambil contoh Apabila manusia menginginkan menjadi seorang seniman dan berkat perjuangan, pengorabanan, kesabaran ketekunan dan perjuangannya dirinya memperoleh status sebagai seorang seniman . Apabila seorang seniman dalam mewujudkan keinginan memperturutkan hawa nafsunya maka seniman itu akan melanggar batas serta norma-norma yang telah diajarkan oleh yang maha kuasa yaitu batas  keseimbangan antara sesama manusia, alam atau mahluq hidup, ruang, waktu . mungkin seorang seniman itu akan menghasilkan karya-karya yang besar serta di ikuti oleh banyak manusia baik saat dia masih hidup maupun setelah dirinya meninggal dunia akan tetapi dampak dari karya yang besar itu akan menghasilkan budaya yang tidak berimbang dengan aturan yang di buat yang dicipta dan yang mencipta.

Si A Sangat terkenal sekali dengan karya Sastranya yang berjudul (x) tema dan isinya adalah sex bebas,  begitu indahnya polesan serta penyusunan kata-kata yang di buat oleh seniman itu  sehingga sang pembaca di tarik serta agar mengikuti idiologi atau karya-karyanya dan tanpa sadar pembaca menerima serta mengikuti idiologi serta karya karyanya dengan penuh keyakinan bahwa karya dari seniman itu adalah pembaharuan dari budaya lama (sex harus di dahului dengan ikatan pernikahan). Setelah berjalan bertahun tahun sex bebas adalah hal yang wajar bagi masyarakat  dan pandangan masyarakatpun berubah yaitu apabila tidak melakukan sex bebas adalah kuno serta ketinggalan zaman.

Pada batas tertentu budaya itu ternyata menghasilkan suatu tatanan yang tidak menentu yaitu setelah melakukan persetubuhan bebas dengan berganti ganti pasangan akhirnya membuahkan sang orok dan sang orok bertanya kepada ibunya ( siapa bapaknya ? ) sang ibu bingung menjelaskan sebab dirinya telah melakukan persetubuhan dengan gonta-ganti pasangan, begitupun sebaliknya bagi seorang laki-laki.

Menganalisa cerita diatas penulis mengambil kesimpulan begitu hebat karya sang seniman itu, sehingga bisa merubah tradisi lama menjadi tradisi yang baru, dan karya yang hebat tidak akan pernah di hasilkan oleh manusia yang ala kadarnya, karya yang hebat pasti dihasilkan oleh manusia yang mampu menyatuhkan ruhnya dengan sesuatu yang di yakini atau dicintai. tapi dibalik kehebatan karya dari sang seniman itu ternyata tidak berimbang dengan tatanan yang mancipta dan yang ci cipta. Terbukti setelah diikuti atau dilaksanakan oleh banyak penganutnya, karya dari sang seniman itu tidak membawa kebaikan akan tetapi membawa kehancuranm, karya sastrawan itu menimbulkan kekacauan bukan menimbulkan suatu kepastian.

inilah salah satu contoh penyatuan ruh yang memperturutkan hawa nafsu, meskipun karyanya hebat, halus dan lembut ternyata dampaknya tidak membawa kebaikan atau kepastian tetapi dampaknya membawa kehancuran dan tidak kepastian.

apabila manusia sudah mampu menyatuhkan ruh dengan sesuatu yang diinginkan maka dia sudah manunggal, hidup, waktu, ilmu serta energinya dicurahkan penuh kepada sesuatu yang didambahkannya. segala sesuatu yang di katakan dan diperbuat selalu dipandang baik meskipun perlakuannya merugikan diri serta orang lain, yang terpenting sesuatu yang menjadi dambaaanya bisa terwujudkan. dia sudah tak perduli dengan diri yang dicipta maupun yang mencipta, sastrawan itu tidak perduli, meskipun cara-cara mewujudkan dambaanya melibas habis segala sesuatu yang menghalanginya, manusia seperti ini sudah tidak bisa diingatkan meskipun  yang mengingatkan itu seorang nabi .

di dalam Alqur’an Orang seperti digambarkan Pada surat :

Albaqarah 7. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.

—-0—-

Penyatuan 2

Perbudakan jasad sepintas selalu adalah musuh yang amat berat sekali untuk dikalahkan sebab kita hidup di dunia harus secukupnya yaitu makan, minum dan mempunyai harta tidak berlebihan, memperoleh sesuatu yang kita inginkan harus sesuai aturan dan sisanya kita bagikan kepada yang membutuhkan.

Sedang anak, istri, teman atau sekeliling kita menginginkan sesuatu yang melapaui batas  … mereka semua membujuk  bahkan mempengaruhi kepada kita agar terbawa oleh arus yang mereka paksakan

Diri kita bertarung melawan itu semua …. jika kita mampu mengalahkan berarti  perjalanan kita dalam penyatun ruh separuh sudah terlewati tetapi jika kalah dalam pertarungan dalam babak pertama itu kalah selamnya kita tidak akan mampu mencari dan menyatuhkan separuh ruh kita yang hilang

Penyatuan ruh yang seimbang adalah mencari separuh dari pecahan ruh kita yang hilang dan belum di temuhkan dan untuk menemukan pecahan ruh yang hilang tidak bisa melalui jalan apapun kecuali Agama dan dalam mempelajari agama biasanya manusia hanya terbatas pada ritual saja sedangakan perintah yang maha kuasa dalam menjalankan agama harus secara keseluruhan yaitu iman, islam dan ikhsan.

shaad 72. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.”

Thaahaa. 123. Allah berfirman: “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.

 Thaahaa. 124. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.”

Di dalam ayat ayat suci alquran sangat sedikit sekali membahas penyatuan badan bahkan  sebagian besar  dari isi ayat ayat suci alquran adalah membahas ilmu penyatuan ruh sebab Dampak dari penyatuan ruh ini mampu melanggengkan keberadaan jagad raya namun juga mampu melibas habis keberadaan jagad raya yang kita cintai ini.

—-0—-

Penyatuan 3

Yang maha kuasa menciptakan jagad raya selama dua masa dan menciptakan ekosisitim dalam empat masa dengan satu tujuan agar kehidupan bisa langgeng dan kekal abadi dan alat yang mampu melanggengkan keberadaan jagad raya hanya ada satu yaitu ekosistim

ekosistim adalah sebuah rantai makanan dan kepentingan dari seluruh mahluk hidup dijagad raya ini dengan adanya ekosistim mahluk hidup didunia ini saling terikat satu sama lain.

dan didalam ekosistim pada hakekatnya sama tidak ada yang lebih tinggi dan lebih rendah tetapi ilmu Allah pasti ada yang bersifat khusus juga ada yang bersifat umum  dan di dalam ekosistimpun juga berlaku hukum yang demikian itu didalam ekosistim ada dua mahluk Allah yang paling istimewa yaitu manusia dan jin, mereka berdua diberi penglihatan, pendengaran dan hati.sedang yang lainnya tidak di beri perlengkapan seperti dua mahluk Allah tersebut.

Al. araf, 179. Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Diantara dua mahluq yang bernama  jin dan manusia ada dua persamaan dan perbedaan yang amat menyolok

persamaanya mereka diberi hati, pendengaran dan penglihatan.

Dua-duanya diberi kebebasan untuk mengadakan suatu pilihan yaitu beriman atau menentang apabila beriman imbalannya surga akan tetapi apabila menentang imbalannya adalah neraka.

Perbedaannya antara jin dan manusia adalah jin tidak di beri ilmu pengetahuan akan tetapi manusia diberi ilmu pengetahuan berupa istilah nama atau symbol.

Maka maha benarlah Allah yang menyatakan bahwa manusia adalah ciptaaanya yang paling sempurna di antara ciptaan-ciptaanya yang lain. Manusia adalah pemimpin seluruh mahluq ciptaan Allah di jagad raya ini.

30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Al Baqarah 31. Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!”

Seluruh mahluq hidup tidak ada satupun yang di beri ilmu pengetahuan kecuali adam dengan satu istilah nama ( symbol ) kita sebagai species dari golongan manusia bisa berkomunikasi, berpikir, mengadakan penyelidikan, dan dengan istilah nama ( symbol ) kita golongan manusia hampir bisa melakukan apa saja, tanpa sebuah istilah nama manusia tidak ubahnya seperti jin, malaikat, gunung dll, mereka tidak bisa berfikir atau berkomunikasi dengan sempurna.

Maka menurut kesimpulan penulis istilah nama adalah bapak dari semua ilmu pengetahuan .dengan sebuah istilah nama manusia mampu menjaga kelanggengan dunia dengan istilah nama manusia mampu menghancur-leburkan jagad raya. Dengan istilah  ( nama ) manusia di harapkan oleh yang maha kuasa untuk memimpin atau menguasai jagad raya melalui istilah nama manusia di harapkan mengenal, menyelidiki serta memilih jalan hidupnya sebab yang maha kuasa tidak pernah memaksakan kehendaknya, manusia di bebaskan untuk mengambil kesimpulan serta keputusan,  yang pasti apabila manusia memilih jalan yang memperturutkan  hawa nafsu maka bisa di pastikan kehidupannya selama di dunia akan merasa sempit dan ruhnya berjalan kearah sesuatu yang semu , ruhnya berjalan kearah fatamorgana dan  kelak pada kehidupan lain akan dibalas sesuai dengan perbuatannya, apabila manusia memilih jalan yang  seirama dengan keinginan yang maha kuasa maka dijamin oleh yang maha kuasa bahwa perjalanan hidupnya  akan memperoleh perasaan tiada rasa takut kuatir dan duka cita , ruhnya berjalan kearah sesuatu yang pasti yaitu asalnya dari Allah kelak akan kembali keharibaannya yaitu Allah dan pada kehidupan lain akan dibalas sesuai dengan perbuatannya.

Dengan di beri satu ilmu pengetahuan yang diistilahkan  nama ( symbol ) serta diberi aturan yang bernama Kitab suci Alquran serta bahan percontohan yaitu seorang manusia yang diberi julukan nabi di harapakan manusia mampu memelihara seluruh ciptaan Allah di jagad raya ini, apabila ternyata setelah diberi ilmu pengetahuan yang disebut istilah nama ( symbol ) dan aturan yang bernama kitab suci Alquran  serta bahan percontohan yaitu seorang manusia yang diberi julukan nabi ternyata manusia tidak melaksanakan  aturan  Allah yang berada dalam kitab suci Alquran maka rusak binasalah jagad raya ini.

Melalui istilah nama manusia diharapkan bisa menyelidiki, mengenal sang pencipta
Melalui istilah nama manusia diharapkan bisa menyelidiki, mengenal ciptaanya
Melalui istilah nama manusia diharapkan bisa menyelidiki, mengenal tentang asal usulnya
Melalui istilah nama manusia diharapkan bisa menyelidiki, mengenal tentang tujuan serta akhir dari perjalananya.

Sebab pada kitab suci Alqur’an di beritakan
sang badan akan kembali kepada asal usulnya yaitu bumi

Al A’raaf 25. Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.

sang ruh akan kembali kepada asal usulnya yaitu Dzat yang bernama Allah tanpa satu penyesalanpun ,

firmannya pada surat Al Fajr 26 -30

Hai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya, Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku

Perihal edywitanto
wira wiri mlaku bareng angin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: