Karakter umat islam

Karakter umat islam

  وَأَقَامُواْ الصَّلا وَآتَوُاْ الزَّكَاةَ

mendirikan sholat dan menunaikan zakat

 Apabila kita membaca ilmu sosiologi kita akan memahami bermacam macam karakter serta budaya dari berbagai macam bangsa seperti Orang amerika yang  mempunyai ciri khas dalam peradaban maupun pandangan hidup yaitu bebas, kapitalis dan individulis

dinegeri amerika privasi sagat dihargai, disana privasi di dewa dewakan melebihi segalanya dan hampir seluruh  masyarakat berpandangan bahwa privasi menjadi kebutuhan mutlak yang harus di perjuangkan, dihargai dan diwujudkan begitupun dalam pergaulan sebagian besar mereka bebas tanpa mengindahkan aturan agama.

dalam mencari harta mereka terkadang lupa dengan adab ( kebaikan dan keburukan ) yang terpenting di dalam benaknya hanya keuntungan semata, dalam sistim perdagangnya disana menggunakan teori ekonomi ( pengeluaran sedikit dengan penghasilan besar ) itulah kenapa orang amerika di namakan negeri kapitalis

orang jepang mempunyai karakter yang berbeda dan karakter orang jepang antara lain:

Malu,hidup hemat, loyalitas, berkelompok , inovasi, pantang menyerah, kerja sama dan jaga tradisi (khusus mengenai jaga tradisi pada akhir akhir akhir ini mulai luntur  sebab banyak terpengaruh dengan budaya amerika yang bebas )

Bangsa Indonesia lain lagi  karaterNya

Dibawah ini saya sajikan karakter orang indonesia fersi Muchtar lubis

Ciri pertama manusia Indonesia adalah hipokrit atau munafik. Di depan umum kita mengecam kehidupan seks terbuka atau setengah terbuka, tapi kita membuka tempat mandi uap, tempat pijat, dan melindungi prostitusi. Kalau ditawari sesuatu akan bilang tidak namun dalam hatinya berharap agar tawaran tadi bisa diterima. Banyak yang pura-pura alim, tapi begitu sampai di luar negeri lantas mencari nightclub dan pesan perempuan kepada bellboy hotel. Dia mengutuk dan memaki-maki korupsi, tapi dia sendiri seorang koruptor. Kemunafikan manusia Indonesia juga terlihat dari sikap asal bapak senang (ABS) dengan tujuan untuk survive.?

Ciri kedua manusia Indonesia, segan dan enggan bertanggung jawab atas perbuatannya. Atasan menggeser tanggung jawab atas kesalahan kepada bawahan dan bawahan menggeser kepada yang lebih bawah lagi. Menghadapi sikap ini, bawahan dapat cepat membela diri dengan mengatakan, ”Saya hanya melaksanakan perintah atasan.”?

Ciri ketiga manusia Indonesia berjiwa feodal. Sikap feodal dapat dilihat dalam tata cara upacara resmi kenegaraan, dalam hubungan organisasi kepegawaian. Istri komandan atau istri menteri otomatis menjadi ketua, tak peduli kurang cakap atau tak punya bakat memimpin. Akibat jiwa feodal ini, yang berkuasa tidak suka mendengar kritik dan bawahan amat segan melontarkan kritik terhadap atasan.?

Ciri keempat manusia Indonesia, masih percaya takhayul. Manusia Indonesia percaya gunung, pantai, pohon, patung, dan keris mempunyai kekuatan gaib. Percaya manusia harus mengatur hubungan khusus dengan ini semua untuk menyenangkan ”mereka” agar jangan memusuhi manusia, termasuk memberi sesajen.?”Kemudian kita membuat mantra dan semboyan baru, Tritura, Ampera, Orde Baru, the rule of law, pemberantasan korupsi, kemakmuran yang adil dan merata, insan pembangunan,” ujar Mochtar Lubis.

Dia melanjutkan kritiknya, ”Sekarang kita membikin takhayul dari berbagai wujud dunia modern. Modernisasi satu takhayul baru, juga pembangunan ekonomi. Model dari negeri industri maju menjadi takhayul dan lambang baru, dengan segala mantranya yang dirumuskan dengan kenaikan GNP atau GDP.”?

Ciri kelima, manusia Indonesia artistik. Karena dekat dengan alam, manusia Indonesia hidup lebih banyak dengan naluri, dengan perasaan sensualnya, dan semua ini mengembangkan daya artistik yang dituangkan dalam ciptaan serta kerajinan artistik yang indah.?

Ciri keenam, manusia Indonesia, tidak hemat, boros, serta senang berpakaian bagus dan berpesta. Dia lebih suka tidak bekerja keras, kecuali terpaksa. Ia ingin menjadi miliuner seketika, bila perlu dengan memalsukan atau membeli gelar sarjana supaya dapat pangkat. Manusia Indonesia cenderung kurang sabar, tukang menggerutu, dan cepat dengki. Gampang senang dan bangga pada hal-hal yang hampa.?

(menurut Mochtar Lubis ) Kita juga bisa kejam, mengamuk, membunuh, berkhianat, membakar, dan dengki. Sifat buruk lain adalah kita cenderung bermalas-malas akibat alam kita yang murah hati.?

Itulah beberapa karakter suatu bangsa yang disajikan penulis dan mengenai Indonesia ada catatan khusus.

Indonesia sebagian besar penduduknya beragama islam, sayang untuk meninggalkan tradisi dan budaya lama sangat susah sebab untuk merubah tradisi itu butuh perjuangan yang ulet serta contoh suri tauladan yang baik sedangkan yang di percaya oleh yang maha kuasa untuk menyebarkan agama di Indonesia hanya bisa berbicara akan tetapi  berbanding terbalik dengan yang di lakukan

Pada artikel ini penulis mencoba menguraikan karakter umat muslim yang bersesuaian dengan

Kitab sucinya

وَأَقَامُواْ الصَّلا وَآتَوُاْ الزَّكَاةَ

mendirikan sholat dan menunaikan zakat

Mendirikan sholat dan menunaikan zakat

umat muslim dalam menafsirkan ayat ini bermacam macam sesuai dengan tingkat ilmu, dan kemapuannya dalam berinteraksi dengan  pandangan hidup, masyarakat, ilmu pengetahuan, wawasan dan keimanannya.

Dengan keterbatasan serta tingkat kefahamannya dalam berinterksi yang beraneka rupa maka definisi ayat tersebut jadi berbeda beda, sebagian muslim menafsirkan ayat tersebut diatas hanya dengan mendirikan sholat lima waku dengan sholat-sholat sunah serta membayar zakat fitrah yang hanya di tentukan dengan dua setengah persen dengan  zakat zakat lain yang telah di tulis dalan beberapa khitab hadist.

Pada saat yang berbahagia ini penulis mencoba menafsirkan  ayat diatas agar sesuai dengan maksud alquran dan hadist, apabila salah anggap saja sebagai kertas bungkus dan apabila benar,  saya sebagai penulis berterimah kasih kepada tuhan yang telah membimbing kepada penulis .

1.Mendirikan sholat  

Sholat berasal dari bahasa Arab

As-Sholah ()

Definisi (ta’rif/pengertian):

Sholat secara Bahasa (Etimologi) berarti Do’a

Sedangkan secara Istilah/Syari’ah (Terminologi), sholat adalah perkataan dan perbuatan tertentu/khusus yang dibuka/dimulai dengan takbir (takbiratul ihram) diakhiri/ditutup dengan salam.

sedangkan definisi sholat secara umum adalah interaksi antara hamba dengan sang pencipta secara langsung dengan aturan yang telah ditentukan baik mengenai tata cara, waktu serta niatnya .

Dalam penyelidikan penulis ternyata definisi dari sahabat-sahabtnya perlu ada tambahan sedikit yaitu disamping sholat yang diwajibkan ternyata ada sholat lain yang harus dijalankan bagi umat muslim yaitu sholat dhaim ( dzikir, tafakur atau apapun namanya yang terpenting adalah umat muslim dalam berbicara, berfikir, berwawasan dan bertindak harus sesuai dengan tuntunan alqur’an serta mengikuti tingkah laku suri tauladan nabinya ).

Menarik kesimpulan paparan diatas bahwa umat islam dalam mendirikan sholat bukan hanya sholat secara ritual saja akan tetapi terbagi menjadi dua

a.sholat protokoler ( Sholat ritual )

b.sholat sirri ( dhaim )

1.sholat protokoler

Perintah sholat protokoler di dalam alquran ada tapi ayatnya berpencar-pencar, agar lebih jelas dan memapatkan artikel ini penulis  mengutip hadis bukhari tentang perintah sholat

Bab Ke-1: Bagaimana Shalat Diwajibkan di Malam Isra’

Ibnu Abbas berkata, “Ketika Abu Sufyan menceritakan tentang Heraklius kepadaku, ia berkata, ’Nabi Muhammad saw menyuruh kami mendirikan shalat, berlaku jujur, dan menjaga diri dari segala sesuatu yang terlarang.’”

192. Anas bin Malik r.a. berkata, “Abu Dzarr r.a. menceritakan bahwasanya Nabi Muhammad saw bersabda, ’Dibukalah atap rumahku dan aku berada di Mekah. Turunlah Jibril a.s. dan mengoperasi dadaku, kemudian dicucinya dengan air zamzam. Ia lalu membawa mangkok besar dari emas, penuh dengan hikmah dan keimanan, lalu ditumpahkan ke dalam dadaku, kemudian dikatupkannya. Ia memegang tanganku dan membawaku ke langit dunia. Ketika aku tiba di langit dunia, berkatalah Jibril kepada penjaga langit, ’Bukalah.’ Penjaga langit itu bertanya, ’Siapakah ini?’ Ia (jibril) menjawab, ’ Jibril.’ Penjaga langit itu bertanya, ’Apakah Anda bersama seseorang?’ Ia menjawab, ’Ya, aku bersama Muhammad saw.’ Penjaga langit itu bertanya, ’Apakah dia diutus?’ Ia menjawab, ’Ya.’ Ketika penjaga langit itu membuka, kami menaiki langit dunia. Tiba tiba ada seorang laki-laki duduk di sebelah kanannya ada hitam-hitam (banyak orang) dan disebelah kirinya ada hitam-hitam (banyak orang). Apabila ia memandang ke kanan, ia tertawa, dan apabila ia berpaling ke kiri, ia menangis, lalu ia berkata, ’Selamat datang Nabi yang saleh dan anak laki-laki yang saleh.’ Aku bertanya kepada Jibril, ’Siapakah orang ini?’ Ia menjawab, ’Ini adalah Adam dan hitam-hitam yang di kanan dan kirinya adalah adalah jiwa anak cucunya. Yang di sebelah kanan dari mereka itu adalah penghuni surga dan hitam-hitam yang di sebelah kainya adalah penghuni neraka.’ Apabila ia berpaling ke sebelah kanannya, ia tertawa, dan apabila ia melihat ke sebelah kirinya, ia menangis, sampai Jibril menaikkan aku ke langit yang ke dua, lalu dia berkata kepada penjaganya, ’Bukalah.’ Berkatalah penjaga itu kepadanya seperti apa yang dikatakan oleh penjaga pertama, lalu penjaga itu membukakannya.”
Anas berkata, “Beliau menyebutkan bahwasanya di beberapa langit itu beliau bertemu dengan Adam, Idris, Musa, Isa, dan Ibrahim shalawatullahi alaihim, namun beliau tidak menetapkan bagaimana kedudukan (posisi) mereka, hanya saja beliau tidak menyebutkan bahwasanya beliau bertemu dengan Adam di langit dunia dan Ibrahim di langit keenam.” Anas berkata, “Ketika Jibril a.s. bersama Nabi Muhammad saw melewati Idris, Idris berkata, ’Selamat datang Nabi yang saleh dan saudara laki-laki yang saleh.’ Aku (Rasulullah) bertanya, ’Siapakah ini?’ Jibril menjawab, ’Ini adalah Idris.’ Aku melewati Musa lalu ia berkata, ’Selamat datang Nabi yang saleh dan saudara yang saleh.’ Aku bertanya, ’Siapakah ini?’ Jibril menjawab, ’Ini adalah Musa.’ Aku lalu melewati Isa dan ia berkata, ’Selamat datang saudara yang saleh dan Nabi yang saleh.’ Aku bertanya, ’Siapakah ini?’ Jibril menjawab, ’Ini adalah Isa.’ Aku lalu melewati Ibrahim, lalu ia berkata, ’Selamat datang Nabi yang saleh dan anak yang saleh.’ Aku bertanya,’Siapakah ini?’ Jibril menjawab, ’Ini adalah Ibrahim as..’”
193 dan 194. Ibnu Syihab berkata, “Ibnu Hazm memberitahukan kepadaku bahwa Ibnu Abbas dan Abu Habbah al-Anshari berkata bahwa Nabi Muhammad saw bersabda, ’Jibril lalu membawaku naik sampai jelas bagiku Mustawa. Di sana, aku mendengar goresan pena-pena.’ Ibnu Hazm dan Anas bin Malik berkata bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda, ’Allah Azza wa Jalla lalu mewajibkan atas umatku lima puluh shalat (dalam sehari semalam). Aku lalu kembali dengan membawa kewajiban itu hingga kulewati Musa, kemudian ia (Musa) berkata kepadaku, ’Apa yang diwajibkan Allah atas umatmu?’ Aku menjawab, ’Dia mewajibkan lima puluh kali shalat (dalam sehari semalam).’ Musa berkata, ’Kembalilah kepada Tuhanmu karena umatmu tidak kuat atas yang demikian itu.’ Allah lalu memberi dispensasi (keringanan) kepadaku (dalam satu riwayat: Maka aku kembali dan mengajukan usulan kepada Tuhanku), lalu Tuhan membebaskan separonya. ’Aku lalu kembali kepada Musa dan aku katakan, ’Tuhan telah membebaskan separonya.’ Musa berkata, ’Kembalilah kepada Tuhanmu karena sesungguhnya umatmu tidak kuat atas yang demikian itu. ’Aku kembali kepada Tuhanku lagi, lalu Dia membebaskan separonya lagi. Aku lalu kembali kepada Musa, kemudian ia berkata, ’Kembalilah kepada Tuhanmu karena umatmu tidak kuat atas yang demikian itu.’ Aku kembali kepada Tuhan, kemudian Dia berfirman, ’Shalat itu lima (waktu) dan lima itu (nilainya) sama dengan lima puluh (kali), tidak ada firman yang diganti di hadapan Ku.’ Aku lalu kembali kepada Musa, lalu ia berkata, ’Kembalilah kepada Tuhanmu.’ Aku jawab, ’(Sungguh) aku malu kepada Tuhanku.’ Jibril lalu pergi bersamaku sampai ke Sidratul Muntaha dan Sidratul Muntaha itu tertutup oleh warna-warna yang aku tidak mengetahui apakah itu sebenarnya? Aku lalu dimasukkan ke surga. Tiba-tiba di sana ada kail dari mutiara dan debunya adalah kasturi.’”
195. Aisyah r.a. berkata, “Allah Ta’ala memfardhukan shalat ketika difardhukan-Nya dua rakaat-dua rakaat, baik di rumah maupun dalam perjalanan. Selanjutnya, dua rakaat itu ditetapkan shalat dalam perjalanan dan shalat di rumah ditambah lagi (rakaatnya).” (Dalam satu riwayat: Kemudian Nabi Muhammad saw. hijrah, lalu difardhukan shalat itu menjadi empat rakaat dan dibiarkan shalat dalam bepergian sebagaimana semula, 4/267).

Sholat lima waktu ada yang perlu di fahami serta diwaspadai lebih dari pada sekedar perintah dari yang maha kuasa kepada hambanya yang beragama islam akan tetapi harus dimaknai lebih dalam  dampaknya kepada dirinya sendiri dan sesama saudara muslim sebab umat muslim didunia ini bukan hanya berinteraksi kepada yang maha kuasa saja akan tetapi juga berinteraksi dengan sesama manusia, golongan dan faham yang berbeda-beda

Maka menurut penulis sholat bukan hanya sebuah perintah yang harus diikuti akan tetapi ada yang lebih mendunia yaitu sholat adalah landmark dan perekat sesama orang islam.

2.sholat secara sirri ( dhaim )

Definisi sholat dhaim : menyelidiki, mengenal, yang dicipta maupun yang mencipta mengenai karakter, maksud serta tujuan dari yang dicipta dan yang mencipta.

a.(Sholat Dhaim fersi sunan kali jogo)

(Sunan Kalijaga berkata, memaparkan pengetahuannya.
Hendaknya waspada pada yang berikut ini.
Janganlah ragu-ragu. Lihatlah Tuhan secara jelas.
Tapi, bagaimana melihat-Nya.
Karena Tuhan itu tidak memiliki rupa.

Tuhan tidak berarah dan tidak berwarna.
Tidak ada wujud-Nya. Tidak terikat oleh waktu dan tempat.
Sebenarnya Ada-Nya itu tiada.
Seandainya Dia tidak ada,
maka alam raya ini kosong dan tidak ada wujudnya.)

b. (Sholat Dhaim fersi Hadist

hadits Bukhari 1 : 47. Ihsan adalah salah satu dari tiga komponen yang membentuk ad-diin, yaitu Iman, Islam, dan Ihsan. Jika satu komponen saja tidak ada, atau tidak paham, maka kita belum ber-diin dengan sempurna.

hadits Bukhari 1 : 47 . di sana Jibril as. dan Rasulullah Saw. mengajarkan makna ihsan pada para sahabatnya. Hadits ini adalah hadits yang terkenal sekali, dan saya yakin sahabat sekalian sudah pernah membacanya. Jadi disini haditsnya saya ringkas saja, karena aslinya hadits tersebut sangat panjang.

Jadi ketika itu, Rasulullah saw sedang bersama para sahabatnya. Tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang sangat tampan yang tidak mereka kenal wajahnya. Ia berpakaian sangat bersih, seperti bukan orang yang baru tiba dari perjalanan, walaupun dari wajahnya para sahabat tahu bahwa ia bukanlah penduduk sekitar. Lalu lelaki itu bertanya pada Rasulullah Saw., “Apakah iman itu?” Rasulullah menjawab dengan menyebutkan rukun iman.

Lelaki itu bertanya lagi, “Apakah Islam itu?” Dan Rasulullah pun menjawab dengan menyebutkan rukun Islam. Pada pertanyaan yang ketiga, lelaki itu bertanya, “Apakah ihsan itu?”

Jawab Rasulullah,

“Anta’budallah ka annaka taraah, fa’illam takun taraah, fa’innahu yaraak.”

“Engkau mengabdi kepada Allah seperti engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”

Setelah ini ada beberapa dialog lagi, kemudian lelaki itu pergi. Ketika para sahabat mencarinya dan tidak berhasil menemukannya, dengan keheranan mereka menyampaikannya pada Rasulullah karena lelaki itu menghilang demikian cepat. Jawab Rasulullah, “Dia Jibril, yang datang untuk mengajarkan manusia (para sahabatnya) tentang diin mereka.” Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari.

 c.(Sholat Dhaim fersi Alqur’an)

AN NISAA’ .130 . Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

Sholat dhaim adalah perintah dari tuhannya yang  bersifat himbauan dan tidak bersifat wajib sebab sholat dhaim bersifat pribadi bukan bersifat kelompok dan ibadah ini bisa di uraikan dengan jelas yaitu usaha keras dari seorang hamba untuk mengenal lebih dekat kepada sang pencipta melalui berbagai macam cara dengan rujukan kitab yang telah diturunkan oleh sang pencipta dengan imbalan suatu perasaan tiada rasa takut, kuatir dan duka cita selama hidup di dunia . maka  apabila umat muslim berhenti sebatas perintah yang disertai ancaman atau beragama secara ala kadarnya (melaksanakan sholat secara protokoler ) maka di dalam hatinya yang paling dalam akan terdapat rasa kuatir, takut dan duka cita.

Bagaimana tehnik sholat dhaim fersi Alquran?

ALI ‘IMRAN . 191 . (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.  (Penyelidikan )

Albaqarah .115 . Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.( ingat )

QAAF.16.Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,( pengawasan )

Kesimpulan sholat dhaim :

Umat muslim di sarankan  menyelidiki, mengenal, yang dicipta maupun yang mencipta mengenai karakter, maksud serta tujuan dari yang dicipta dan yang mencipta setelah melalui proses tersebut umat muslim diharapkan mampu bersikap , berwawasan, berbicara, serta bertindak sesuai dengan tuntunan alquran dan sunah rasul dan yang paling penting adalah umat muslim didalam melakukan aktifitsnya selalu merasa ada yang mengawasi yaitu sang penciptanya ( Allah ) agar hatinya tentram seperti yang di jelaskan pada surat

 Ar’rad. 28. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

2. Menafkahkan rejekinya

Menafkahkan rejekinya  bisa diartikan dengan kata kata lain yaitu memberi ( tangan di atas )

وَأَقَامُواْ الصَّلا وَآتَوُاْ الزَّكَاةَ

mendirikan sholat dan menunaikan zakat

Dalam penyelidikan penulis Ayat ini didalam kitab suci alquran tidak pernah terpisah , dua perintah ini  adalah seperti suami istri yang saling melengkapi atau menjadi satu kesatuan yang utuh apabila hanya salah satu yang dijalankan maka akan terdapat suatu perasaan yang hampa dan  apabila umat muslim berani coba-coba untuk memisahkan kedua perintah itu dan yang dilaksankan hanya satu perintah yaitu mendirikan sholat tanpa di ikuri menuanaikan zakat maka Allah mengingatkan  keras di dalam surat Almau’un  :

Al. Mauun.1-7. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?,  Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan (menolong dengan) barang berguna.

Menafkakan hartanya terbagi menjadi 3

1 2 I/2 % + zakat-zakat yang tertulis pada kitab hadist

2. 20 % dari penghasilan

3. 1/3% dari penghasilan

AL MA’ARIJ . 19. Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.

Menurut ayat alma’arij. 19. Kita sebagai manusia diciptakan bersifat kikir , pelit bin tangan di bawah apabila mempunyai sesuatu susah sekali untuk berbagi kepada sesama meskipun dengan mata telanjang saudara-saudaranya sangat membutuhkan dan kalau perlu serta mempunyai kesempatan, bukannya membantu akan tetapi mengambil kesempatan dari  kelemahan saudara-saudaranya yang kesusahan guna kepentingan dirinya sendiri akan tetapi apabila kehilangan sedikit saja dari harta yang di telah dikumpulkan berkeluh kesah seakan akan melupakan tentang awal mula dirinya datang kedunia yaitu lahir tanpa selembar benangpun menempel dibadan (yang ada dalam benaknya bukan sisa harta yang masih ada akan tetapi menangis meratap harta yang melayang )

Untuk menanggulangi itu semua maka seluruh umat muslim diwajibkan unrtuk mengeluarkan harta yang telah dikumpulkannya guna kepentingan saudara-saudaranya yang terjepit dalam kompetisi mencari nafkah yaitu minimum 2 I/2% serta dan zakat-zakat lain yang terdapat pada khitab-khitab hadist.  (tingkatan bagi orang-orang yang beriman ) sedangakan  tingkatan orang-orang yang bertakwa atau Ulama adalah 20%, tingkatan orang orang yang sabar dan mawas diri atau tingkatan sahabat 1/3 dari penghasilan.

Hukum yang menguatkan 2 I/2 % serta zakat zakat yang lain hampir semua umat muslim mengetahui dan ilmu itu banyak dijual di toko-toko buku yang lux maupun yang dikaki lima untuk itu penulis tidak perlu memaparkannya dan yang lebih penting untuk diurai saat ini adalah  macam zakat-zakat lain yang tertulis di atas antara lain 20% dari penghasilan

 AL ANFAAL.41. Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Ayat tersebut di atas memang tergolong ayat muhkamaat akan tetapi kalau kita tarik menjadi ayat mutasyaabihaat.arti serta maksud yang terkandung   itu bukan hanya berlaku dalam keadaan perang saja   sebab rasullulah pernah berkata seusai perang badar,” Hari ini baru saja kita meninggalkan jihad kecil dan menuju jihad yang lebih besar”. Para sahabat yang bingung (krn sebenarnya perang badar adalah perang terbesar) bertanya,” Apa ada ya Rassul Jihad yang lebih besar dari perang badar ?”. Rasul menjawab,” ada yaitu jihad untuk memerangi hawa nafsu “.

Jadi manusia apabila menginginkan menjadi seorang bertakwa dan mendapat sebutan Pemimpin ( ulama ) seharusnya dalam mengikuti hukum menafkakan harta itu tidak boleh sama dengan yang di pimpin.

(apabila sudah mendapat legetimasi dari masyarakat dengan sebutan ulama seharusnya seorang manusia bisa mawas diri dalam berfikir ,berwawasan ,berbicara serta berindak….sudahkah dalam melaksanakan hukum menafkakan hartanya melebihi dari pada orang beriman ? apabila belum lebih baik turun saja menjadi orang beriman sebab apa yang di ucapakan dengan yang dilakukan tidak sama…. apa masuk akal materi serta ujian SD itu sama dengan SMP ? jelas tidak sama.)

1/3% dari penghasilan

Cuplikan kisah indah dari sahabat rasul “Salman al farizi” pahlawan dan purnawirawan perang yang mencari nafkah dari anyaman daun kurma

Perhatikanlah lagi dengan cermat!

Lihatlah kainnya yang pendek, karena amat pendeknya sampai terbuka kedua lututnya. Padahal is seorang tua yang berwibawa, mampu dan tidak berkekurangan. Tunjangan yang diperolehnya tidak sedikit, antara empat sampai enam ribu setahun. Tapi semua itu disumbangkannya habis, satu dirham pun tak diambil untuk dirinya. Katanya: “Untuk bahan membuat  anyaman daun kurma ini kubeli daun satu dirham, lalu kuperbuat dan kujual tiga dirham. Yang satu dirham kuambil untuk modal, satu dirham lagi untuk nafkah keluargaku,. sedang satu dirham sisanya untuk shadaqah. Seandainya Umar bin Khatthab melarangku berbuat demikian, sekali-kali tiadalah akan kuhentikan!”

Inilah karakter yang telah di bentuk oleh alqur’an dan sahabatnya Muhammad sang rasullulah.

Sebenarnya banyak sekali karakter yang bisa di buat rujukan oleh umat muslim saat ini antara lain Abdurrhaman bin Auf, abu dzar alghifari , Ustman dll sayang pada kesempatan ini penulis tidak membicarakan karakteristik sahabat rasul.

AT TAGHAABUN.16. Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta’atlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Apabila umat muslim Yang berlebihan dalam ilmu beramallah dengan ilmu
Apabila umat muslim Yang berlebihan dalam harta beramallah dengan harta
Apabila umat muslim Yang berlebihan dalam jabatan beramallah dengan jabatan
Apabila umat muslim Yang berlebihan dalam tenaga beramallah dengan tenaga
Apabila umat muslim Yang kekurangan dalam ilmu, harta, jabatan, tenaga beramallah dengan senyum serta doa dan itulah selemah-lemahnya iman.

umat muslim disarankan tidak menjadi pengemis ( tangan dibawah ) dalam tanda petik
hidup dari agama  akan tetapi hidup untuk agama
hidup dari Negara akan tetapi hidup untuk Negara
hidup dari ilmu akan tetapi hidup untuk ilmu  
hidup dari profesi akan tetapi hidup untuk profesi
apabila pencapaian hidup terbatas sampai istilah atau kata dari maka di dalam hidup akan terdapat perasaan takut, kuatir dan duka cita ( dari = tangan dibawah ) akan tetapi setelah mencapai puncak dalam pencapaian istilah atau kata dari maka manusia harus berpindah menuju istilah atau kata untuk ( untuk = tangan diatas ) sebab pada istilah atau kata untuk terdapat perasaan yang extasi, dalam perjuangan hidup sudah mampu keluar dalam hukum untung rugi, dalam diri manusia sudah tidak ada perasaan takut, kuatir dan duka cita sebab dirinya telah manunggal dengan sesuatu yang di cintai.

Inilah karkter umat islam yang di bentuk oleh sang pencipta fersi penulis

 Catatan kaki.

Nabi Muhammad mempunyai tanda-tanda yang jelas dan gamblang: ia tidak mau makan shadaqah, sebaliknya bersedia menerima hadiah dan di pundaknya ada cap kenabian.

Perihal edywitanto
wira wiri mlaku bareng angin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: