?

?

Ah kaki ini . . .
Gumamnya lirih

Jalan tertatih tatih
Tangan di tempel pagar tinggi
Kulit keriput Rambut putih
Semangat tak mati

Sesekali berhenti
Ambil nafas mengatur diri

Engkau adalah matahari
ilham buah hati
Cahayanya tetap ber energi
Mengisi asah langkah diri

Satu satu tapak kaki
Laksana mendaki bukit tinggi

Hartamu sirna kau wariskan
Pantang menyerah kepada bima
Lembut manja pada dewi sumbadra
Sabar apa adanya pada punto dewa

Sambil menyekah keringat
Badan bersender di kursi lipat

Wajah kemarin bagai rembulan
Lenyap di hisap perjuangan
Tuntun besarkan putra putri harapan
Tanpa suami sendirian

Mata lelah tatap kedepan
Pikiran lari menuju masa silam

Tiga rembulan
imut menggemaskan
ada yang menangis pelan
ada yang tidur terlentang
kala kelaparan

air mata meleleh di pipi
raut wajah berubah berseri seri

membayangkan tiga buah hati
dua jadi pengusaha sejati
si wanita di boyong suami
semua sudah madiri

meski kini diri. . .sendiri
sunyi sepi . . . menunggu mati

edy malang 25 / 04 /17

Iklan

Perihal edywitanto
wira wiri mlaku bareng angin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: