Agak owah

Agak owah

Pemuda setengah akal (agak owah)
Tiap hari pekerjannya mengatur sandal Jamaah
Di depan masjid kala sholat maghrib tiba
Tak pernah lupa, entah di suruh siapa?

Tiap siang selalu mendorong becak dijalan tanjakan
Kala pengemudinya merasa kepayahan butuh pertolongan
Tiap hari selalu dilakukan tanpa suatu imbalan
Tak pernah lupa, entah di suruh siapa?

Namanya Pemuda setengah akal (agak owah)
Tak ada ucapan terima kasih apalagi balas jasa
Semua mata menganggap kelakuan orang gila
Tak perlu dibuat wacana atau di buat cerita

Bertahun tahun akhirnya jadi hal lumrah
Tak ada toleh, apalagi pandangan mata baginya
Semua berjalan bagai sang surya di atas sana
Berjalan dengan keringat bercucuran hal biasa

“Si Amin tertabrak mobil kepalanya pecah”
Orang sekampung tak berhasrat meresponnya
Pemuda setengah akal (agak owah)
Meninggal hal lumrah “mari gotong royong menguburkannya”

Menjelang maghrib tiba, semua jamaah sholat bersama
keluar masjid mencari sandal ternyata ada yang berubah
Bertahun tahun tanpa ada pencarian atau jelalatan mata
Sekarang celingak-celinguk dengan susah payah

“Ah sejak Amin meninggal ada yang berubah
Dulu. . . sebelum Amin meninggal dunia
Semua teratur, sepasang tinggal pakai saja” gumam mereka

Kala tukang becak kerepotan dijalan tanjakan
Mata kesana kemari mencari seseorang
Kemana sifulan yang selalu membantu seseorang?

Ayat ayat yang dititipkan
Pada seorang yang terpinggirkan
Kemana mata memandang?

Edy malang 230617

Iklan

Perihal edywitanto
wira wiri mlaku bareng angin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: