7 ayat diulang ulang

7 ayat diulang ulang

Banyak sekali dari kita yang tidak menelusuri agama sampai bertemu dengan tulangnya, akhirnya membuat kesimpulan tergesa-gesa yaitu jika ingin mengetahui agama, lihat saja penganutnya yg fanatik, eksclusif, berkiblat hanya dunia janji yaitu dunia akhirat serta ritualnya saja.

menurut saya itu hanya 2 1/5 saja dari ilmu agama, jika menelaah surat al-fatihah ayat (1) Dengan nama Allah artinya segala gerak-gerik kita masih dituntun oleh-Nya berupa teori-teori artinya kita dituntun dan diarahkan oleh-Nya,

setelah itu ayat(2) segala puji bagi Allah itu adalah penjabaran dari ajakan umat beragama untuk mengembara dan membuktikan sendiri teori yg didapat, yaitu berpindah dari teori menuju fakta karena labnya sudah disediakan, yaitu mempelajari ayat2 yang bersifat nyata atau hidup, jagad raya beserta isi dengan segala serba-serbinya,

dengan memahami teori dan praktek bisa dipastikan kaum agamawan pasti melek iptek berupa eksak, hukum, politik, sosial budaya dan aneka macam bahasa dan bisa dipastikan kaum agamawan menjadi orang terdepan dalam menggali ilmu yang bertebaran di jagat raya ini

dan disana ditekankan segala puji bagi Allah berarti segala kepandaian dan kepemimpinannya untuk membesarkan memuji dan menyembah Allah tapi prakteknya bisa terbalik yang seharusnya segala puja-puji diperuntukkan Tuhannya ternyata banyak diselewengkan oleh ego menjadi segala puji bagi dirinya sendiri,

dan puncaknya ar-Rahman ar-Rahiim tanpa “dengan nama Allah” berarti dengan mempelajari seluruh ayat2 nyata pasti umat beragama akan menjadi insan yang cerdik pandai atau pemimpin, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan maka diarahkan menjadi pengasih penyayang agar ilmu dan kepemimpinannya yang didapat untuk kebaikan umat manusia tetapi prakteknynya kecerdikan dan kepemimpinannya bisa berubah peran, bukan untuk umat manusia tetapi berbalik menjadi kepentingan pribadi dengan tujuan akhir “sembahlah aku”

jadi ilmu agama dengan serba-serbinya meliputi seluruh ilmu di dunia ini dan dengan mempelajari ilmu agama pasti menjadi umat kelas satu di antara seluruh umat di dunia ini, dalam tanda petik bila cara mengaplikasikannya sesuai tuntunan-Nya

ini salah satu puisi tentang agama

Agama

agama adalah surat cinta
dari Tuan kepada hambanya
bukan memaksa tetapi merangkul mesra
agar hati yang membatu bisa lunak bagai mentega

bukankah tujuh ayat yang diulang-ulang
adalah post-post pemberitaan sampai dimana langkah berjalan
pedoman agar sang guru bisa memahami sampai dimana murid berjuang
tanpa perlu bertanya tetapi langsung memahami sekali pandang

siapapun jika berjalan perlu dituntun dan ditunjukkan
setelah itu dibiarkan mengembara agar membuktikan teori yang diberikan
terbentuklah satu karakter seteguh dan setegar batu karang
posisi buah simalakama, jadi Tuhan tandingan atau hamba penuh kelemahan

mengapa perjalanan berhenti di tengah jalan
pada saat itu hati membatu siapapun dilawan
seperti jin dipanggil iblis saat bertanding tak mau mengakui kekalahan
merasa paling hebat siapapun tak bisa mengalahkan

setelah sampai puncak pasti perjalanan kembali menurun tajam
hati yang membatu mulai dilebur dengan pahala dan ancaman
jiwa sudah mulai lepas dari seluruh hiruk pikuk kehidupan
yang kemarin hanya satu mata kini keduanya difungsikan

hanya kepadamu aku menyembah
keputusan dan penyerahan bukan dari teori tetapi dari kesadaran
telah memahami siapa yang disembah siapa hamba
seluruh kemampuan mulai diserahkan pada dzat yang dikenal luar dalam

hanya kepadamu aku memohon pertolongan
diri sudah lenyap, senthir tertutup cahaya matahari yang menyilaukan
seluruh hijab terbuka, pendengaran dan penglihatan sangat tajam
hanya takut dan harap yang mengisi hati dalam perjalanan

edy malang, 110919

Puisi ini langsung saya ambil dari sumbernya dengan pemikiran yang membutuhkan waktu lama karena surat ini ditujukan khusus kepada umat muslim, umat2 terdahulu belum dihadiahi 7 ayat berulang (Al-fatihah)

Tentang edywitanto
wira wiri mlaku bareng angin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: